Friday, April 1, 2011

Mufti Perak Haramkan Poco Poco

Kita datang nak bakor! Bukan nak menari poco-poco! Itulah ungkapan Usop kepada penduduk Kampung Pisang yang asyik menari poco-poco apabila Kak Limah menyanyikan lagu Enjit Enjit Semut saat mereka datang untuk membakar rumah Kak Limah.

Menurut Mufti Perak, poco-poco difatwakan haram. Sekurang-kurangnya untuk negeri Perak yang mempunyai rangkaian taman-taman riadah yang lengkap untuk warga beriadah dan berekreasi.

Aku pun mengkaji rasional pengharaman ini. Bila dikaji balik, Mufti Perak menyebut ianya menyamai upacara pemujaan roh di Jamaica dan turut menyerupai tarian berunsur keagamaan Kristian. Fakta mana dia dapat, aku tak tau.

Tapi, menurut akhbar Indon, tarian tersebut popular di Sulawesi Utara. Ketahuan lo, kalau Sulawesi Utara tu memang mempunyai 70% penduduk Kristian.

Bagi aku, poco-poco memang perlu ditegur. Ini kerana keterkinja-kinjaan anak gadis menari-nari mengikut rentak lagu memang tidak sesuai langsung dengan konsep kemelayuan apatah lagi keislaman. Kalau penari kebudayaan tu lantak demer lah kan. Memang dah status penari.

Ini dengan makcik-makcik bersaiz bantal berseluar ketat bertudung, terkinja-kinja, terkepak-kepak macam ibu ayam hypnotized dek musang yang menyamar sebagai penghibur, menari-nari dengan mencari sensasi di mata kaum lelaki secara terbuka adakalanya menimbulkan rasa pelik dan loya.

Rasanya, gadis-gadis yang menari di disko-disko pun tak kelihatan pelik berbanding makcik-makcik bertudung yang menari poco-poco dikhalayak umum.

Kalau nak sihat tubuh badan, tak payahlah nak menari-nari bagai. Pergi kelas aerobik tertutup pun OK je. Tak pun jogging je 1 km sehari. Poco-poco 100 kali sehari pun badan dok lagu tu jugak.

Kamis, 31/03/2011 19:15 WIB
Poco-poco diharamkan di Perak, Malaysia
BBCIndonesia.com - detikNews

Banyak warga Malaysia menggemari poco poco dan mempublikasikan video penampilan mereka

Banyak warga Malaysia menggemari poco poco dan mempublikasikan video mereka di YouTube

Keputusan Komite Fatwa negara bagian Perak, Malaysia untuk melarang poco-poco memancing reaksi beragam, sebagian menentang tari yang diketahui populer di Sulawesi Utara itu.

Berbagai laporan media Malaysia menyebutkan Jawatankuasa Fatwa Negeri Perak telah memutuskan poco-poco haram bagi warga Muslim dan keputusan itu akan segera dibukukan. Alasannya, poco-poco mengandung unsur kepercayaan Kristen dan unsur pemujaan roh.

Namun sejumlah politisi Malaysia berpendapatan larangan poco-poco tidak perlu karena hanya sekedar bentuk tari dan olahraga.

Anggota biro politik sentral PAS, partai yang berhaluan Islam, Khalid Samad menyebut keputusan komite fatwa Perak "menggelikan dan sama-sekali tidak bisa diterima."

"Pada dasarnya warga melakukan poco-poco untuk latihan tanpa motif keagamaan," katanya.

Seorang menteri di bawah kantor perdana menteri, Datuk Mashitah Ibrahim mengesampingkan kemungkinan larangan terhadap poco-poco juga diberlakukan secara nasional.

"Tarian ini berbeda-beda di beda tempat. Bahkan lagu-lagunya juga berbeda. Mungkin poco-poco menjadi masalah di Perak, tetapi di negara-negara bagian lain, poco-poco dianggap sebagai bentuk latihan," kata Mashitah Ibrahim seperti dikutip Bernama, Kamis (31/3).

Akan tetapi, Menteri Besar Perak Datuk Seri Dr Zambry Abdul Kadir menegaskan pemerintah akan menghormati dan tidak mempersoalkannya.

No comments:

Post a Comment