Sunday, June 16, 2013

Pemeran Malaysia Harus Ahli Bahasa Indonesia

Saya gak pernah kecapean ngetik karena cerita serta citra gak pernah berhenti mengantongi ruang di sebalik jidat saya ini. Makanya harus ngapain lagi jika bukan internet ini saya manfaatin. Tapi mas, mbak.. bayarnya ya cape.

Masak Indonesia banget saya ini padahal saya sendiri gak pernah tinggal di Indonesia?

Saya cuman pernah ke Indonesia tiga kali. Pulang pergi cuman kaya liburan hujung minggu. Berbelanja, motret foto, nanya nanya sejarah atau apa saja pada sang supir taksi. Oh iya, makan bakso sapi nan lezat.

Kelanjutan lainnnya, saya cuman belajar bahasa Indonesia sendirian. Untuk apa ?

Nah, begini ceritanya. 



Para pemeran di Malaysia, sang aktor juga sang aktres, ketenaran memerankan karekter orang Indonesia yang bahasanya Indonesianya abal-abalan. Nah, itu tidak harus terjadi karena orang Malaysia itu harus ahli dalam menuturi apa juga bahasa yang dikuasainya. Apa lagi buat para pemeran?

Justru saya dengan ini, bener-bener yakin, saya bisa mencipta skenario keIndonesiaan khusus buat peranan para pemeran di Malaysia sendiri.

Saranan apa jawaban ni?

2 comments:

  1. lumayan sih Oom, ijin nambahin ya Oom.

    "..., ketenaran memerankan karekter orang Indonesia yang bahasanya Indonesianya abal-abalan." ---> ".., terkenal memerankan dst."

    "Nah, itu tidak harus terjadi karena orang Malaysia itu harus ahli dalam menuturi apa juga bahasa yang dikuasainya. Apa lagi buat para pemeran?" ---> "menuturi" terlalu Malaysia atau jawa Oom, bagaimana kalau pakai "berbicara"? Sedangkan untuk frase "apa juga", nggak Indonesia banget, pakai frase ini Oom : "apapun", contoh "apapun makanannya, Teh ***** minumannya".

    "...saya bisa mencipta skenario ..." ---> kalau kalimatnya seperti itu, kata yang digunakan biasannya memakai kata "mengarang/menyusun/merangkai"

    Gimana pendapat si Oom?

    ReplyDelete
  2. terima kasih atas masukannya... sangat2 dihargai :)

    ReplyDelete