Thursday, February 21, 2013

Berbaling Tahi Ke Kedutaan Malaysia Demi Batik, Akhirnya?

Berbaling tahi ke Kedutaan Malaysia demi mempertahankan seni budaya terutamanya tarian dan produk tradisi mereka yakni batik, apa hasilnya?

Hasilnya pada tahun 2010, UNESCO menganugerahkan bahawasanya batik itu 'milik' Indonesia. Namun Malaysia rileks sahaja lah. Batik Kelantan dan Terengganu masih tidak dihalang untuk diproduksi. Masih laris dilakukan oleh pemerintah Malaysia menjadi pakaian saranan buat kakitangan awam setiap hari Khamis.

Hanya Anwar Ibrahim, pada Festival Salihara 2010 yang tegar menjelikkan batik Terengganu di depan audiens di Jakarta sambil diberi tepukan gemuruh.

Namun, ironi sekali, setelah masa berlalu, tahi yang dibaling, terpalit kembali ke muka-muka si pembaling, tanpa campurtangan Malaysia langsung!

Itulah pembalasan Yang Maha Kuasa. Akhirnya, batik China membanjiri Indonesia sehingga pening pemerintahnya! Apa ertinya 'anugerah' yang diperoleh mereka dari UNESCO? Gue jadi heran.


RI 'Digempur' Batik China, Ini Komentar Menteri Perindustrian

Zulfi Suhendra - detikfinance
Rabu, 20/02/2013 15:37 WIB



Cengkareng - Menteri Perindustrian MS Hidayat menilai produk batik asal China yang bertebaran di pasar Indonesia bukanlah batik. Karena kualitasnya tidak sesuai dengan jenis batik yang ada di Indonesia.

"Ya nggak menganggap itu batik. Karena kualitasnya," ungkap Hidayat saat ditemui di kantor Garuda Maintenance Facility (GMF), Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Rabu (20/2/2013).

Meski demikian, Hidayat mengaku beredarnya batik asal China mesti diwaspadai, karena harganya murah. Ini ditakutkan akan berdampak pada tertekannya industri dalam negeri.

"Nggak dibiarkan, juga mesti diwaspadai, karena harganya murah," cetusnya.

Ia juga berencana akan berbicara dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu terkait hal tersebut. "Nanti saya ngomong sama Menparekraf," jawabnya.

Tidak cuma batik, Hidayat menilai banyak permasalahan dengan derasnya arus produk dari China. Masalah ini tidak hanya dihadapi oleh Indonesia saja.

"Semua orang menghadapi masalah dengan China. Bukan Indonesia saja," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment