Jika tuan berwajah cantik
Pasti menjadi penyeri taman
Jika tuan berwajah itek
Hanyalah dildo jadi peneman
Kecil jangan dipuji puja
Besar jangan seperti belalai
Kecil ditatang penuh manja
Besar mengangkang mencari pembelai
Patah pinggang jalan berlenggang
Bedak seinci bak anak patung
Dari rapat menjadi renggang
Dulu paip kini pembentung
Suara garau seberang jalan
Suaralah benggali memakai serban
Banyak berangkut sepanjang bulan
Banyaklah melukut di tepi jamban
Melambai jantan mencari untung
Peraga pakaian di tepi pintu
Mengapa digali salur pembentung
Bukanlah emas yang kuning itu
Jika lobang sebesar perigi
Kenapa melacur di pinggir kali
Masuk lapan masih nak lagi
Layak buatmu benggali Batang Kali
Mengapa menjahit gaun pengantin
Sedangkan jahitmu buruk sundal
Mengapa diturut kehendak batin
Kelak lobangmu harus disendal
Anaklah ikan kau sauk-sauk
Yang sangat hazab juga kau piap
Jangan digilap wajah yang hauk
Kelak ibarat jalan tak siap
Kalau enggan dipandang hodoh
Jangan onani dengan penyapu
Kalau sudah ditakdirkan bodoh
Hadaplah engkau si jantan penipu
Berhenti rehat semasa menyapu
Terasa gersang digesek tiang
Bukan salah si jantan penipu
Mungkin dirimu yang bodoh piang
Cinta agung ibarat berpuki
Kasih tertumpah tak berbelah bagi
Setelah engkau dia miliki
Kau ingat dia hadap ke tengok kau lagi?
No comments:
Post a Comment