Thursday, May 10, 2012

Misteri Pesawat Komersil Sukhoi Langgar Gunung di Bogor Dan Nasib Penumpangnya

Dunia gempar apabila syarikat pembuat pesawat tempur Sukhoi yang kita kenali, yang baru mengeluarkan versi penumpang Superjet 100 , hancur melanggar gunung pada ketinggian Genting Highlands di Bogor, Jakarta.

Ia melanggar Gunung Salak, sebuah gunung berapi setinggi 2,200 meter yang kali terakhir meletus pada 1935, pada ketinggian 1800 meter dan dikhuatiri 45 penumpang yang terdiri dari wakil syarikat Sukhoi, wakil syarikat penerbangan, wakil media dan ahli politik, terbunuh.

Pesawat tersebut dengan siri promosi keluaran terbarunya dalam strategi pemasaran dan Indonesia merupakan destinasi keempat sebelum dijadualkan ke Laos dan Vietnam. Pesawat terbarunya itu memiliki kesemua kelengkapan penerbangan moden yang ada pada Boeing dan Airbus. Ia melanggar gunung tersebut petang semalam Rabu 9.5.2012 selepas dikatakan terbang untuk kali kedua tanpa mengisi bahan bakar dan lebih awal dari jadual asal.

Misteri sebenar kejadian ini tentunya mengapa jika benar berlaku rampasan, sudah tentu juruterbang akan menghubungi pusat kawalan kecemasan yang boleh dikesan oleh Australia Singapura dan Malaysia. Bukan misteri seperti di bawah.

Misteri Kabut Gunung Salak yang Menjadi Hantu Bagi Para Penerbang
Indra Subagja - detikNews
Kamis, 10/05/2012 17:19 WIB

Jakarta
Untuk kesekian kalinya, pesawat udara mengalami kecelakaan di Gunung Salak. Cerita takhyul dan mistik pun mengemuka. Ada kabut misterius yang selalu 'menjebak' pesawat yang melintas. Percayakah Anda? "Secara logika semua mengetahui, pegunungan itu berkabut. Apalagi Gunung Salak, ini khas, mulai jam 14.00 WIB itu, kabut sudah turun. Bogor itu kan daerah hujan," jelas Kepala Pentak Lanud Atang Sendjaja, Mayor Ali Lubis, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (10/5/2012) pukul 16.30 WIB. Ali meminta agar urusan mistik tidak dikait-kaitkan. Dia menjelaskan, para penerbang di Lanud Atang Sendjaja pun sudah menyadari soal kabut itu. Karenanya, kalau sudah di bawah pukul 14.00 WIB, kawasan itu mesti dihindari. "Jadi benar-benar harus diperhatikan cuaca, benar-benar dicek. Dan kalau cuaca buruk atau berkabut jangan sekali-kali mendekati wilayah itu," imbuhnya. Kabut memang berbahaya. Ali menambahkan, penerbangan yang dilakukan melintas di pegunungan mesti benar-benar berhati-hati. Tidak perlu berbicara urusan mistik, semua didasarkan pada logika saja. "Jadi kalau ada yang mengait-ngaitkan dengan mistik, saya no comment saja," tuturnya. Seperti diketahui, pesawat Sukhoi Superjet 100 melakukan joy flight di atas Gunung Salak setelah pukul 14.00 WIB, Rabu (9/5/2012) kemarin. Pada jam itu, kemungkinan besar kawasan gunung Salak sudah berkabut. Pesawat dengan jumlah 45 orang di dalamnya akhirnya menabrak gunung dan meledak.

No comments:

Post a Comment